Nyesel?

Nyesel? apasih definisi menyesal sebenarnya? menyesal itukan melakukan hal yang tidak sesuai dengan hati nurani iya kan? menurutku sih gitu..

Aku udah berapa kali nyesel, dan aku juga udah berapa kali dibuat bingung karena sesuatu yang aku sendiri nggak bisa ngartiin apakah itu sesuai hati nurani atau enggak. Iya, aku nggak bisa membaca feeling sendiri dan itulah sebabnya kenapa aku begitu mudah di provokasi. Itulah kenapa aku begitu mudah ikut maunya orang. Itulah kenapa aku nggak pernah tau apa yang aku mau..

Udah dua kali ini aku dibikin ayahku jengkel karena masalah 'kuliah'. Oke, kuliah itu penting, buat dapet title. Dan banyak orang bilang tingkatan sarjana itu lebih di hargai. Nggak usah lama-lama, pokoknya ayahku itu nggak suka karena aku nggak ngambil jalur undangan buat seleksi masuk universitas.

Sedangkan aku? aku itu kalo  udah di yakinin dan kalo udah yakin nggak bakal mau milih yang lain. Tau kenapa? aku nggak pingin kayak dulu yang kemudian plin plan sama pilihanku trus nyesel. Iya, itu sering banget. Makannya waktu aku bisa ikut jalur undangan, aku nggak ambil, walaupun aku tau... ini kesempatan. Tapi karena aku juga tahu aku itu dari awal nggak mau kuliah, aku nggak ambil. Aku nggak ambil semua kesempatan berbau kuliah.

Dan ternyata ayahku nggak suka. Tau kenapa? karena aku nggak konsultasi. You knowlah, ada kemungkinan kalo aku konsultasi aku bakal di bikin bingung dan aku nggak suka itu. Hate it so much. Dan waktu ayahku tau aku nggak konsultasi ayahku marah dan ternyata bener, ayahku itu mikir itu adalah kesempatan yang HARUSNYA aku ambil. Walaupun aku tau itu advice yang baik, dan menurut beliau itu memang untuk kebaikanku, tapi balik ke awal? emang aku pingin kuliah? Sempet beberapa kali. Beberapa kali. Be-be-ra-pa ka-li doang aku kepikiran kuliah, tapi banyakan aku mikirin masa depan aku yang pingin jadi pengusaha sukses.

Aku bingung, yang ngasih aku saran untuk bikin usaha, ikut kursus setahun itu ya ayahku sendiri dan itu semua sudah kuserap dengan rapih di otakku dan udah aku jadiin patokan buat kedepannya biar nggak belok lagi. Dan ayahku nggak suka denger aku nggak ambil jalur undangan? Dan sampe sekarang pun aku nggak tau mana yang baik dan mana yang salah..

Aku cuma sebel, semua masa depanku itu ... walaupun semua ada di tanganku, tapi semua saran dan keyakinanku untuk melanjutkan dan melangkah kemana itu semua karena kata-kata ayahku. Karena kata-kata beliau bisa bikin aku yakin. Kalo kemudian ternyata beliau bicara lagi mengenai kuliah yang menurutnya kuliah dengan jalur undangan adalah kesempatan yang baik, dan itu aku dengar dari mulut ayahku sendiri. Yap, aku nggak ngomong ini di depan beliau, tapi aku kasih tau, setiap ucapan yang ayahku ucapkan itu bisa bikin aku bingung dan takut. Makannya, yang aku butuhkan itu bukan pilihan, tapi kepastian. Selalu begitu, aku tuh nggak pernah bisa milih kalo dikasih pilihan .
 
Setiap kali aku bingung dan bilang pingin kuliah, aku nggak pernah minta dukungan. Karena aku selalu ingin kuliah dan ingin kerja. Setiap aku bertanya padanya, aku selalu bertanya "menurutnya apa yang lebih baik?". Tiap penjelasan kucerna dan menjadi titik keyakinanku yang terus bertambah, dan itu semua sama sekali nggak menjurus ke kuliah. Walaupun aku sering mancing ke arah kuliah, beliau tetap kukuh dengan opininya, dan itu jadi keyakinanku. Bahkan ketika aku sholat istikharoh yang kemudian muncul pun bukan bicara tentang kuliah. Aku selalu menganggap inilah jalanku setiap aku nyoba lihat ke belakang. Tentang apa tujuan awalku masuk SMK? bukan.. bukan seorang pegawai, aku ingin jadi pengusaha. Dan aku harus fokus,yang aku pelajari selama ini dari hidupku sendiri adalah, aku nggak pernah bisa fokus. Jadi aku harus fokus. Kerja? atau kuliah?

Komentar

Popular Posts

Back to PPAK ISI (Kelompok 13)

HARI INI #3 Janji

HARI INI #2 Macet