Jumat, 22 November 2013

Idola Cilik favoritku sekarang beda!

Aaaaaaaa... kaget kaget bangeeeet waktu tadi liat acara grand finalnya idola cilik 4. Well, aku nggak pernah nyangka kalo waktu itu bisa secepet ini lewatnya padahal aku sendiri nggak ngerasa kalo udah lewat bertahun tahun dan naaaah... waktu tadi lihat kemunculan debo paton lintar sama rio... uwaaaaaahhh bedaaaa bangeeet

Ih dulu aku mah ngikutin setia banget itu idola cilik 1,2,3 sampe grandfinal. Waktu itu aku kelas 2 smp dan aku sukaaaa banget. ngikutin idola cilik soalnya mereka itu udah unyu gitu kan suaranya boook bagus bagus. Dan itu bener bener yang aku tau wajah sama ekspresinya mereka sampe gaya2nya...

Teruuus ..tadi itu ya emang penasaran banget pingin lihat gimana wajah wajahnya mereka yang udah entah berapa tahun ini dah nggak lihat bentuk bentuknya. ya gitu deh. Singkat cerita, mereka muncul dan aku tercengang. Pangling! Udah gede gedeeeeee.. suaranya juga udah berubah bangeeettt....

Jumat, 06 September 2013

PPAK ISI : Ospeknya ISI - aneh tapi nyeni

Akhirnyaaaaa... setelah tiga hari melelahkan yang terasa seperti berbulan-bulan itu akhirnya berakhir juga dengan cara yang cukup... yaah, mengagumkanlah.. PPAK ISI itu ospeknya ISI. nggak tau deh nyebutnya nggak ospek lagi,tapi buat aku sih tetep ospek kan yaa hahaha

Sebenernya aku pingin banget bilang kalo 'ospeknya isi beda dari Universitas lain', pingiiin banget. Tapi sayang nggak ada perbandingannya untuk ngeluarin kalimat itu.Hanya saja, saya merasa bahwa ospeknya isi itu sangaaaat unik, kreatif, dan kalo diibaratkan novel ya, ospeknya ISI tu lengkap mulai dari pengenalan cerita, konflik, klimaks, anti klimaks, sampe ending. Paket lengkap deh.

Aku sih nggak mau bocorin ya disana disuruh ngapain aja, yang pasti capeeeknyaaa gila-gilaan. Rasanya kayak waktu aku latihan pencak silat dulu. Selesai-selesai badan pecah, enjok, pegel, kram, seeeemuanya. Dan disana tuh mainnya mental banget, digojlok abis deh pokoknya.

Kenapa aku bilang bahwa kemungkinan ospek di ISI itu beda sama yang lain. Karena memang ada seninya. Cara mereka terhadap kita, akting para panitiannya, apa-apa saja yang dilakukan, terkadang acaranya bisa diluar perkiraan kita.Kita dibikin menderita, marah, benci, kesel, tapi trus dibawa ketawa, habis itu dibikin marah lagi, dibikin jengkel, sedih, dan takut lagi, dan teruuus saja emosinya memuncak tiap jam sampai klimaksnya di akhir pas penutupan. Klimaksnya bener-bener langsung campuran semuanya, takut, marah,sedih, benci,tapi juga berani, semangat, dan senang. Lalu... diakhiri dengan penutupan yang bisa dibilang happiyending. Jadi, setelah kita dibikin sedih dan cemberut selama beberapa hari dengan siksaan yang beragam, para panitia bisa sebegitu mudahnya membuat segala dendam itu luntur karena mereka bisa mengakhirinya dengan sangat mengharukan, penuh semangat,senang, dan bahagia. Rasanya itu seperti kita dapatkan yang setimpal setelah kesedihan berhari-hari, dan selalu ada pesan dalam setiap keadaan. Untuk keadaan ini, aku merasa secara tidak sadar, kekeluargaan anak-anak ISI jadi kenceng karena acara PPAK ini, dan itu kereeen banget.

Minggu, 28 Juli 2013

Seperti ini konsekuensinya



Hari ini banyak hal yang kusimpulkan, terutama tentang diriku sendiri.. (hmm... waktunya nulis malah lupa semua)

Kenapa ya? Kenapa? Kenapa? Kenapa?
kenapa aku masih tidak bisa menerima konsekuensi yang ku buat sendiri? Kenapa rasa menyesal itu selalu terukir manis setiap aku melihatnya? Kenapa perasaan seperti 'ada yang berubah' selalu berdengung setiap kali aku mencoba bertahan? Kenapa aku tidak juga menghapus tuntas apa yang menggangguku? Seolah ia bersuara dan menyuruhku untuk tidak lagi membuat keputusan seperti itu.. Dan seperti bekas yang susah sekali menghilang....

Jumat, 14 Juni 2013

Finally, it's my turn...

Kemaren aku dah mikir. apapun hasil yang kuterima, yang pasti aku sudah melakukan yang terbaik selama tes. Aku udah keluar paling akhir, dan mencoba tenang ketika wawancara. Berusaha optimis itu pasti, mengingat kata-kata yang dikatakan dosennya adalah 'semoga diterima disini yaa...'. Tapi yaaah.. namanya juga Lina, segala tanda pasti di abaikan kalau hasilnya belum keluar. Segala firasat baik pasti dilempar jauh-jauh agar aku siap untuk jatuh kalau hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Kemudian, aku berusaha menghibur diri, karena dengan begitu aku bisa membuang harapan yang melambung tinggi untuk bisa di terima.

Jumat, 17 Mei 2013

Talk More!!



Talk More!!
Itu tuh kata kata yang kalo denger kayaknya it's ok, tapi buat aku it's hurt me.
Hari ini sebenernya aku kursus itu pingin banget aktif dan exciting kayak biasanya. Tapi... entah kenapa jatuhnya malah diem. Jadi nya dapet deh feedback begitu.Padahal komen kayak gitu dulu sempet gak ada karena aku udah berhasil menjadi lebih aktif di kelas. Masalahnya aku tu kan gak akrab sama membernya dan sebenernya cuma ngikutin situasi dan jadinya aku malah kebawa diemnya mereka.
Yang aku sesali itu adalah ketika aku harusnya segera angkat bicara karena mengingat waktu yang habis, aku malah diem aja nunggu pada berhenti debat. Padahal seharusnya aku juga ikut bersuara seenaknya dengan berani seperti biasa. Dan jujur, itu rasanya nyesel banget. Akhirnya sampai akhir aku beneran hening deh nggak ngomong apa apa. Hiks. Harusnya gak boleh gituuuu, harusnya di perbaiki. Harus berani bicara lebih banyak dan jadi aktif. Kalo enggak nilainya gimana dong aaaahh

Senin, 13 Mei 2013

Will Kpop Rules the World for long time?

 
I don't know actually, why I am still mad about something? hahaha.. I got debate material in my course and yesterday we talked about "Kpop Rules the World". Well, maybe you have known that I took pro side there and I tried to make them believe about my words.
In the end, we still haven't got a exact deciding after that about who is the winner because the time. But, I still think that there is some question where I need to answer. It's about will K-pop rules the world in long term?
I still confused how to answer, but I think my answer is yes, it will stay for long time.

Sabtu, 27 April 2013

Bagaimana kau tanpa ibumu? Atau bagaimana kau dengan Ibumu?




Tidak ada yang menarik malam ini sebenarnya. Hanya saja ketika aku sedang membantu adikku mengerjakan tugasnya, tiba-tiba sebuah kejadian masa lalu menerpa ingatanku. Ingatan ketika aku tengah duduk di kelas 4 SD. Ketika aku mendapatkan luka pertama kali di ibu jari dan lukanya masih ada sampai sekarang.

Aku lupa apa yang sedang kulakukan kala itu. Yang aku ingat adalah bahwa cuaca sedang terik, mungkin sekitar jam 1-2 siang. Ibuku sedang tidur, begitu pula adikku. Kelihatannya aku sedang membutuhkan sebuah silet kecil berwarna silver dimana di tempat tinggalku orang menyebutnya pemes karena kita harus menarik bagian tajamnya dari pelindung. Dan yang kuingat adalah bahwa silet yang kubawa itu masih baru dan bersih. Masalah muncul ketika aku kesulitan membukanya.Karena aku harus menggunakan bagian tajamnya, jadi aku perlu menariknya dari si pelindung, sayangnya itu sangat sulit dan keras.

Rabu, 27 Maret 2013

bingung kuliah lagi... *terus aja bingung*





Sama kayak taun lalu, belakangan ini aku dirundung kebingungan mengenai kuliah.
Mau lanjut dimana ya?
Ketakutan terbesarku adalah sama seperti sebelumnya, takut memilih jurusan.

Awal tahun ini, aku hanya membuat keputusan bahwa aku akan kuliah tahun ini, tapi hanya sebatas itu, belum berfikir untuk masuk kemana dan mengambil jurusan apa. Aku ingin mencoba tantangan. Masuk Universitas Negeri. Aku ingin menguji apakah kemampuanku cocok berada di Universitas Negeri yang belakangan di daerahku tempat-tempat tersebut sangatlah terkenal dan menjadi dambaan tiap orang.. Well, aku hanya menjadi salah satunya. Salah satu yang bermimpi bagaimana rasanya bisa masuk kesana. Lalu setelah itu, kuputuskan untuk mengambil jurusan Sastra Inggris. 

Sempat terbesit olehku untuk mengambil Psikologi, namun setelah tahu bahwa hanya bisa memilih dua jurusan, akhirnya aku ngotot nyoba di Sastra Inggris semua. Kenapa aku memilih jurusan ini awalnya? Karena aku belakangan sedang sangat menyukai Bahasa Inggris. Di tempat kursusku, banyak motivasi yang membuatku ingin terus mempelajarinya, bahkan ingin kujadikan salah satu hal yang harus ada di hidupku. Karena itulah aku ingin masuk Sastra Inggris. Dengan catatan di Negeri.

Beberapa saat yang lalu, aku mengetahui bahwa biaya PTN itu nggak lebih murah dari Swasta. Bisa saja lebih mahal. Sayang, ayahku nggak mau kalo aku masuk swasta, padahal jelas-jelas aku mikir kalo PTN itu mahal, ayahku tetep aja bilang pasti murah karena ayahku kan dulu kuliahnya di Negeri dan dapet murah. Nggak tau aja jaman udah berkembang. Mungkin.. mungkin kalau aku bisa masuk Negeri, aku bisa berusaha untuk cari beasiswa? Pada akhirnya aku masih berfikir untuk bisa berusaha di Sastra Inggris Negeri namun masih mencari alternatif swasta.

Tapi ada yang kulupakan.

Salah kirim

Kejadian malam ini...
Aku sms temenku, namanya cica...
Setelah sms an panjang mengenai jurusan dan tes masuk ISI, akhirnya aku tanya '
Me :"yaudah ca, aku minta nomernya dara sini"
Cica: |nomer dara|

Terus aku simpen deh di kontak nomernya dara itu. Habis itu aku sms ke dia..
Me: daraaaa... ini aku lina :3 katanya kamu sekarang di ISI yaaa???

Setelah beberapa waktu akhirnya aku dapet jawaban dari 'smp dara'.
Rasa senang sudah menyergapku ketika aku harus menunggu sekitar beberapa menit lamanya.
Lalu kubuka,


dan isinya adalah:



Smp dara: "Ini cica -___-"


Dan aku tertawa sekencang-kencangnya

Jumat, 22 Maret 2013

Fighting buat kuliah!

Aaahhh hari ini aku nggak berangkat kursus. Well, udah biasa juga sih nggak berangkat untuk bulan ini. Hanya saja hari ini sedikit jadi dilema karena kemaren aku kayak udah pasti gitu hari ini bakal berangkat, mana nyuruh-nyuruh temen bawa laptop lagi, eh malah hari ini aku yang nggak bisa. Hiiiksss.. sebel jadi kayak mau nyalahin diri sendiri. Gitu lho ya, di PHP-in orang itu nggak enak, untung aku tau diri dan suka nggak enak juga kalo suka ngasih harapan ke orang lain. Tadi emang pingin sempet mau brangkat sih kalo waktunya masih cukup gitu. Tapi jatuhnya jadi capek dan maleeess banget. Biasanya kalo udah gini gitu trus aku penasaran banget sama materi atau segala hal yang terjadi selama 2 jam ini. Tapi yasudahlah, toh aku juga udah ijin.

Nah. berhubung aku hari ini nggak kursus, jadi deh aku malah nulis blog lagi. Bulan ini emang rutinitasku nulis blog jadi sering ya gara-gara nganggur sukses aku bulan ini. Bilangnya sih mau fokus kuliah gitu, tapi hampir sebulan aku belum ada perkembangan apa-apa yang serius tentang rencanaku itu. Dan hari ini aku harus bisa membangun semangat untuk bisa masuk universitas negeri walaupun keyakinanku ya ampuuunnn.. berapa persen sih yaaa? dan aku beneran nggak yakin sama sekali! streeesss..

Selasa, 19 Maret 2013

pingin baca novel barunya aliazalea

Aku bener-bener ngerasa gemes-gemes gimanaaaa gitu. Gini ya! Aku tadi udah ngabisin uang 50ribu buat beli novelnya the moon that embraces the sun karena aku nyari novelnya winna effendi yang refrain atau yang lainnya dan nggak ketemu! Makannya trus aku beli novel ini karena emang udah pingin dari dulu tapi nggak ngejer.

Nah, yang bikin frustasi adalah ketika aku mampir di goodreads dan baru keliling-keliling lihat buku, kenyataan bahwa si aliazalea ternyata ngeluarin buku baru toh? Judulnya The Devil in Black Jeans yang ternyata review nya bagus bagus bangeeeettt.. Mana udah gitu bikin aku nggak tahan pingin cepet-cepet beli. Kalo niat gitu ya sebenernya malem ini juga aku mau langsung meluncur ke toko buku meskipun tau uang di dompet sama sekali nggak membantu, hiks.

Anehnya tadi kok di togamas nggak liat ya ada novelnya ini? Kalo ada gitu kan jelas aku bakal pilih dan beli ini dulu gitu jadi nggak nyesel-nyesel banget gini. Duh, mampus gila deh kalo lagi bingung gini. Masalah berikutnya, masa tadi aku mampir di gramedia online dan liat kalo ternyata stok novelnya alia ini HABIS! Iiiih jangan dong ya. Dan besok pagi kelihatannya nggak peduli apa aku tetep bakal ke toko buku deh. Kalo ada mungkin langsung sambet beli aja deh. Masa habis sih? Trus aku suruh bacanya gimana dong iniiii??

*danakhirnyafrustasisemalaman

Dilemq uang dan novel

Aku bener-bener ngerasa gemes-gemes gimanaaaa gitu. Gini ya! Aku tadi udah ngabisin uang 50ribu buat beli novelnya the moon that embraces the sun karena aku nyari novelnya winna effendi yang refrain atau yang lainnya dan nggak ketemu! Makannya trus aku beli novel ini karena emang udah pingin dari dulu tapi nggak ngejer.

Nah, yang bikin frustasi adalah ketika aku mampir di goodreads dan baru keliling-keliling lihat buku, kenyataan bahwa si aliazalea ternyata ngeluarin buku baru toh? Judulnya The Devil in Black Jeans yang ternyata review nya bagus bagus bangeeeettt.. Mana udah gitu bikin aku nggak tahan pingin cepet-cepet beli. Kalo niat gitu ya sebenernya malem ini juga aku mau langsung meluncur ke toko buku meskipun tau uang di dompet sama sekali nggak membantu, hiks.

Anehnya tadi kok di togamas nggak liat ya ada novelnya ini? Kalo ada gitu kan jelas aku bakal pilih dan beli ini dulu gitu jadi nggak nyesel-nyesel banget gini. Duh, mampus gila deh kalo lagi bingung gini. Masalah berikutnya, masa tadi aku mampir di gramedia online dan liat kalo ternyata stok novelnya alia ini HABIS! Iiiih jangan dong ya. Dan besok pagi kelihatannya nggak peduli apa aku tetep bakal ke toko buku deh. Kalo ada mungkin langsung sambet beli aja deh. Masa habis sih? Trus aku suruh bacanya gimana dong iniiii??

*danakhirnyafrustasisemalaman

Minggu, 17 Maret 2013

aku anaknya cengeng


Tau sendiri kan kalau masa kecil itu sebenarnya adalah sesuatu yang sangat sulit di ingat? Kalau bukan karena saat itu benar-benar berefek pada ingatan kita, biasanya kita nggak akan mengingatnya dengan jelas. Untuk aku sendiri, aku punya beberapa kebiasaan kecil yang nggak bisa kulupakan sampai saat ini. Sebagian besar sih kebiasaan jelek, dan terutama tentang tangis-menangis ini, aku masih inget seberapa cengengnya diriku dulu. Kenapa aku tertarik untuk menceritakan aib masa kecilku ini?

Karena kan udah lewat..
Yap! dan kalo aku ngomongin sekarang sambil inget-inget jamannya, jatuhnya jadi pingin ketawa. Kalo dulu sih nggak bakal mau ya aku   ngaku kalo cengeng, gengsi gitu..
Cih.


Jadi, dulu aku waktu kecil tuh anaknya cengeeeeeng banget. Sedikit-sedikit nangis, sedikit-sedikit histeris. Dan nangisku itu bukan yang cuma nangis biasa-biasa aja, tapi tipe nangis yang sampai guling-guling, nggak tau malu, bahkan aku inget pernah sampai di siram air satu ember sama ibukku gara-gara nggak mau diem, yang akhirnya malah jadi berujung kabur -___-. Jujur aja, nangisku itu banyak variasinya. Apa aja? Let's check it..

Jumat, 15 Maret 2013

lupa setelah tidur

Aku banyak ngerasa nyesel hari ini. Nyesel nggak nge-print lebih, nyesel nanyain hal yang kayaknya bikin dia sebel, nyesel kenapa nggak nyoba ikut walaupun sendiri, nyesel karena tadi ketiduran sampe sore, well.. ada banyak. Dan setiap kali aku ngerasa menyesal seperti itu, aku pasti ngingetin diriku sendiri 'ditinggal tidur juga besok sembuh'. Biasanya, itu berguna. Setiap kali aku bangun tidur, perasaan menyesal seperti itu hilang dengan sendirinya. Meskipun di hari sebelumnya aku harus menanggung perasaan itu sampai tertidur.

Aku masih bertanya-tanya sampai sekarang ini, kenapa tidur bisa membantuku mengikis perasaan menyesal yang di hari itu munculnya bisa bertubi-tubi sampai bikin nangis. Apa yang membuat tidur itu menjadi hal yang baik dilakukan? Sama ketika aku menangis dengan ribuan perasaan menyesak, tidur selalu membantuku.

Aku tuh orang yang gampang banget menyesal. Menyesal bahkan untuk hal-hal yang kecil dan sepele sekalipun. Biasanya ini muncul karena pilihan yang harus segera di ambil. Misalnya saja kalau aku di ajak ke tempat A atau B bersama orang yang berbeda. Aku selalu memikirkan jangan-jangan di A gini ya? Tapi kalo aku ke A aku juga pingin ke B? tapi kalo ikut ke B jadi kayak gini kemana? Setelah aku memilih salah satunya, kemudian aku mendengar kabar dari tempat yang lainnya, aku pasti kemudian menyesal. Entah karena apa. Iyaaa.. aku tau nggak mungkin dong ikut di dua-duanyaa...milih doong.. tapi tetep aja aku tuh rasanya pingin ikut dua-duanya, dan pada akhirnya jatuhnya malah menyesal. Aneh aja, karena itu hanya muncul tiba-tiba tanpa terkendali. Bahkan ketika aku tahu bahwa harga barang di A lebih murah di B ketika aku terlanjur membeli di B, nyeselnya bisa seharian. Tau kalau sesuatu yang kubawa tidak menarik padahal sudah kuhabiskan waktu dan uang, itu bisa bikin aku nyesel banget. Atau jatuhin harddisk, nyeselnya bisa sampe pingin nangis seharian, salah ngerjain soal padahal harusnya aku bisa, nyesel nggak ketulungan. Dan masih banyak lagi perasaan menyesal yang lain.

Ketika aku sedang marah, atau sedih, atau menangis sekalipun satu-satunya kegiatan yang bisa mengurangi perasaan itu adalah tidur. Entah mengantuk dengan sendirinya, atau karena aku membutuhkannya, tapi setidaknya aku terbangun dengan perasaan yang terasa lebih nyaman. Meskipun tidak selalu demikian sih, karena untuk beberapa masalah cukup serius, kadang setelah bangun pun aku masih ingin menangis dan butuh waktu berbulan-bulan atau berminggu-minggu, mungkin berhari-hari untuk melupakannya. Biasanya faktor orang yang ditemui juga berpengaruh dalam hal ini.

Menulis juga membantu, tapi tidak kemudian lupa. Tidur membantu kita melupakannya. Aku sering melakukannya, sehingga untuk perasaan 'menyesal' yang cukup ringan, aku bisa melupakannya jika kugunakan untuk tidur. Tapi kalau 'menyesal'nya itu udah nyangkut orang lain, nah! itu yang bisa agak lama waktunya, meskipun aku tetap yakin bahwa perasaan itu tetap akan memudar dengan waktu.

Yah, segitu aja deh nggak pentingku hari ini, semoga aku bisa mengatasi perasaan mengganggu yang lainnya.

Kamis, 14 Maret 2013

menciptakan kebiasaan berkerudung


"Jilbab"

Pada dasarnya benda itu adalah sesuatu yang pada saat ini sedang trend-trendnya. Dari sisi fashion pun semakin bervariasi sehingga penggunaan jilbab itu menjadi semakin menarik. Sebenarnya aku juga ingin mencoba hal-hal seperti itu, hanya tidak cocok saja. Di lain pihak, menariknya penggunaan jilbab dan segala variasi juga membuat semakin banyak saja wanita yang well.. belakangan justru aku hampir melihat semua wanita beragama Islam yang kukenal mengenakannya. Entah kenapa aku merasa senang melihatnya. Dulu waktu aku SMP teman-temanku masih memilih memamerkan rambutnya tapi sekarang aku seperti memiliki banyak teman. Hmm.. apa alasannya? sekedar fashion? menutup aurat? biar keliatan alim? kebutuhan? yah. banyak alasan.

Sedangkan aku sendiri memakai jilbab hanya karena alasan sederhana. Terbiasa. Kebiasaan yang pada akhirnya membuatku tidak bisa lagi lepas tanpanya. Sama seperti sholat. Aku melakukannya karena terbiasa. Merasa buruk jika tidak dilakukan. Dan aku sudah memulainya, jauh jauh hari sebelum trend pemakaian jilbab berkembang menjadi semenarik ini. Yang aku syukuri adalah, karena bukan alasan 'ingin terlihat cantik' makannya aku menggunakan jilbab, melainkan aku harus melakukannya saja. Yah, namanya juga kebiasaan, pada dasarnya kan semua kebiasaan itu tidak akan terjadi tanpa adanya adaptasi dan paksaan, atau kebutuhan. Seperti kita berbicara saja. Lancarnya juga hanya karena alasan terbiasa.

Aku akan bercerita mengenai diriku sendiri. Seperti biasanya.

dimulai dari servis



Plok plok plok plooookkkkk..

Apaan, put?
Nggak papa. Tepuk tangan aja. Biar seneng.
cih.

Yeeiii! akhirnya akhirnya akhirnyaaaa... berakhir juga hari ini. Setelah dua minggu muter otak dan survei kesana kemari, ngeluangin waktu dan lain sebagainya. Akhirnya selesai juga.. Yap! ini tentang undangan yang pernah aku bahas sebelumnya. Undangannya sih undangan pernikahan, dan aku tau itu juga satu orang cuma makenya satu kali, jadi sulit juga kalo mau dikata pelanggang. Tapi bukan itu sih intinya... yang pasti, aku seneng karena padaaaa akhirnya, aku ngerasain juga gimana rasanya kerja dengan hasil yang kita pegang sendiri tanpa adanya atasan. Dan itu menyenangkan. Segalanya kita atur dan kita manage berdasarkan situasi dan kondisi yang kita hadapi, atau yang kita punya. Mungkin mengerjakannya juga aku harus meluangkan waktu yang konsisten, keluar setiap hari berapa jam, kontak setiap waktu.. tapi yang bikin aku nyaman adalah karena tidak ada yang menuntutku harus melakukan ini dan itu. Yang paling penting adalah kesadaran diri dan komunikasi. Bisa menentukan deadline dan melakukannya. Emang sih, untuk pembuatan undangan ini sendiri untungnya nggak terbilang banyak. Cuma sedikit. Tapi... pengalamannya bukan itu.

Rabu, 13 Maret 2013

hanya teringat tak terbukti

Seperti apakah waktu berjalan?

Tidak.... mungkin waktu telah berlari,
kencang sampai aku tak menyadari,
bahwa selang lama waktu yang terlewati,

Lalu beginilah diriku,
lewat tahun ke tahun dengan jiwa yang serupa,
tanpa sadar akan perubahan yang terjalin di setiap sel dalam raga,
tanpa sadar akan perkembangan diri menjadi dewasa,
tanpa sadar bahwa... terlalu banyak yang telah berubah...
sedang kini aku tengah memperhatikan mereka,

mereka anak-anak yang bernyanyi dengan gembira,
menari mengikuti alunan musik yang menaungi pendengaran,
atau berlari berusaha saling mengejar,
memainkan imajinasi menjadi nyata,
dan berfikir bahwa segalanya adalah sesuatu yang mungkin saja...

Seperti apakah waktu berjalan?

Jauh dari bayangku kala itu,
ada saat diriku tumbuh di saat ini,
memperhatikan mereka bermain tanpa beban masa depan,
bebas bergurau dengan cita-cita,
menangisi hal-hal kecil menjadi biasa,
kelucuan yang hambar menjadi tawa dan canda,
kamar, ruang tamu, taman menjadi objek klasik permainan,
masalah ringan adalah keributan,

dan bagi mereka... disitulah mereka berkembang...

Seperti apakah waktu berjalan?

Andai aku tahu bahwa waktu akan berlari seperti ini,
akan kubiarkan diriku merekam masa itu,
akan kupaksa diriku menyadari pentingnya masa itu,
bahwa bukti yang nyata adalah pengingat diriku,
mengenai fase yang serupa seperti pandangku,
fase bersenang-senang tanpa beban yang membelenggu.

Andai aku menyadari bahwa waktu tak lagi terkejar,
ingin kuhabiskan waktuku berharga,
mengumpulkan gambar diriku, teman, dan masa lalu itu,
mengumpulkan tulisan keseharian yang memukau,
agar kelak kupandangi di saat telah dewasa,
dan memastikan diriku bahwa masa kecil benar adanya.

Selasa, 12 Maret 2013

mengapa letak judul ada di atas deskripsi


Errrgh.. aku sedang bertanya-tanya, kenapa kalau aku menulis postingan disini semua ide yang ingin kutuangkan tiba-tiba hangus dan lenyap? Padahal beberapa jam sebelumnya aku masih memikirkan banyak hal, topik, dan judul yang bisa kutuangkan dalam blog ini.

Aku pikir blog ini memang cocok untuk menuliskan keseharianku layaknya sebuah diary pribadi. Dan sekarang aku bahkan berfikir aku bisa menuliskan segala sesuatu tanpa perlu dipusingkan dengan caraku menulis dan tutur kata seperti apa baiknya. Kalau kalian berfikir bahwa blog ini berantakan, yaah..karena kebanyakan ketika aku menulis, aku memang dikuasai oleh emosiku sendiri. Namanya juga diary.

Well, aku sebenernya bingung sih mau nulis apa. Aku hanya berfikir aku perlu menuliskan sesuatu apapun itu setiap harinya. *rencana yang tinggal rencana*. Dan tepat saat ini, aku sedang berfikir mengenai suatu hal, yaitu 'Judul'.

Senin, 11 Maret 2013

Tadi tu masuk nggak sih?

Baruuu aja kan aku selesai nulis blog dengan segala kesemrawutan yang ada, dan ayahku nunjukin sms kalau ternyata hari ini ada kursus.
Yaelah... smsnya office nggak nyampe ke hapeku, dan aku dalam posisi dimana aku taunya hari ini kelasku jelas belum di mulai dan nggak ada karena kan membernya cuma sedikit. Bukannya harus nunggu sebulan lagi ya?

Dan aarggh.. kayaknya hari ini rame ya JE setelah dapet info dari office yang post status di fbnya JE. Mungkin harusnya tadi aku masuk? Oke, sebenernya yang bikin aku agak sebel karena aku penasaran, bukannya pingin masuk. Penasaran tadi itu ngapain coba member kelasku ke JE. Apakah di Auto Active? Well, entahlah. Biasanya sih besok pagi nyeselnya ini hilang. Aku juga sebenernya sih udah kangen banget sama suasana JE, tapiiii... aku sekarang masih dipusingkan dengan segala tetek-bengek tentang undangan ini lho! ah yasudahlah. Mungkin emang belum takdirnya aku masuk hari ini. Biarlaah~ semoga aku dapetnya kabar baru ya dari temenku yang katanya tadi berangkat. Bismillah deh..

Pelanggan pertama

 

Hari ini bener-bener perpaduan antara malas, bingung, sedih, sebel, pusing, well.. all are bad feelings.
Aku baru memulai kegiatan terima undangan pernikahan. Kalian bisalah bilang itu bisnis. Tapi itu juga bukan dari aku orderannya, dari budeku. Rejeki aja sih ada yang pesen. Kalo nggak pesen juga aku nggak tau mau mulai promosi kapan. Itu kabar baiknya.

Kabar jeleknya.
Ternyata ngurusin undangan itu ribeeeetttt banget ya. Emang sih ini baru bertama, jadi aku juga nganggepnya ini masih latihan gitu deh. Dan sebagian besar kegiatanku emang cuma pergi kesana sini aja sih, nggak terlalu ribet mikir desain undangan dan lain-lain. Awalnya. Awalnya sih kelihatan mudah. Nah, mendekati proses cetak sampe finishing itu deh yang baru ketauan bingungnya.

Dan baru ketauan kalo kita itu sulit mengandalkan dan percaya sama sesuatu karena aku ngerasain gimana sebelnya waktu tau bayanganku banyak yang berantakan. Emang sih, dari awal aku udah harus mengantisipasi adanya kesalahan sana-sini. Mikirnya sih udah, tapi bentuk kesalahan dan antisipasinya itu yang nggak kepikiran.

Sabtu, 09 Maret 2013

Berkaca lewat Blog Pribadi

Ada ribuan kabel, di kepalaku, saat ini. Pukul 00.48 di depan komputer. Dan saat ini, aku sama sekali nggak tau mau nulis apa. Yang aku tahu adalah, aku perlu menarikan jari-jariku dan menceritakan sesuatu setelah sekian lama kulepas jauh-jauh untuk menulis disini.

Sudah setahun kawan. Belum, hampir setahun, mmm.. katakanlah sama. Usiaku sekarang sudah ada di angka 18. Dewasa. Aku udah lulus sekolah. God, bahkan blog ini lahir ketika aku masih duduk di bangku SMP. Terkadang ini yang membuatku ingin menangis. Berkali-kali sudah kuceritakan di blog ini, bahwa itu adalah yang kusebut dengan 'bukti kenangan'.

Banyak, ada banyak sekali yang kusadari ketika aku membaca artikel-artikelku disini. Aku bisa melihat intropeksi diriku sendiri di blog ini. Aku bisa melihat perkembangan emosi, jiwa, dan pribadiku dari blog ini. Dan aku bersyukur, aku bisa menikmati perkembangan itu disaat aku sama sekali tidak menyadari apa saja yang pernah kualami. Iseng. Semua berawal dari iseng. Ada begitu banyak hal yang harus kulakukan dari hari ini ke depan, tapi aku perlu sesuatu yang bisa menyadarkanku. Dan diary adalah cara lainnya selain foto. Aku bersyukur aku punya hobi menulis, dan aku bersyukur aku menuangkan semuanya dalam bentuk tulisan. Aku bersyukur mengenal internet, karena ini satu-satunya harapanku yang akan bisa kupercaya sampai kapanpun. Tapi aku nggak tahu kapan, mungkin ini pun akan menghilang. Entah kapan, bisa saja aku kehilangan segalanya, sekalipun keanngan.
 
Banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari tulisanku disini. Proses perkembangannya adalah yang paling utama. Apa saja yang berkembang dan apa saja yang berubah, well.. atau apa saja yang kusadari? Here they all :

Jumat, 11 Januari 2013

I know I was Wrong

 
Halo blogku tercinta... lama ya nggak nulis postingan disini..

mmm... hari ini emang tumben-tumbenan aku nulis lagi disini. Yaah.. kayak biasanya cuma mau curhat nggak jelas aja.

Pingin sih di share sama temen deket. Tapi aku sendiri juga tau salah, jadi daripada makin disalahin mending nulis disini nggak ada yang balik marahin.

Well, sebenernya tentang masalah 'yang itu' tuh aku juga tau cepat atau lambat pasti juga ketauan dan bakal dapet akibatnya aja. Walaupun sebenernya aku cukup kaget kok ya efeknya dateng secepet ini? Padahal aku tuh lagi mikir mau digimanain sama emang mau nyoba aja.

Singkat cerita, akhirnya aku di labrak deh. Dimarahin lewat sms. Oke, mereka menyebut itu menegur. Tapi aku tau kalo aku udah bikin mereka marah dan emosi, soalnya ucapannya dingin banget gitu waktu sms. Dan disindir pula di group fbnya. Iya, aku tau kalo itu untuk memperingatkanku. Aku bahkan langsung sadar kalo aku emang salah. Tapi aku sebenernya emang dari awal paling nggak suka disalahin dengan cara 'dipermalukan' seperti itu. Aku juga nggak takut kok buat minta maaf. Waktu di sms aku juga langsung minta maaf dan jelasin. Bahkan kalo aku disuruh apa juga aku turutin.

Awalnya aku berharap bisa jadi salah satu dari mereka. Bisa jadi salah satu dari mereka yang bisa ceria dan senang dengan keberadaan satu sama lain. Aku pingin berada disana. Selama aku masih di terima, aku nggak ngerasa komunitas itu mengganggu. Mereka bilang, kalo aku ngerasa kesusahan karena aturan mereka, aku bisa keluar. Sebenernya aku nggak mau. Kalo emang aku salah juga aku mau memperbaiki selama mereka mau menghargainya.

Tapi rasanya, dari awal gabung aja udah sering di panggil, di tanyain, di tegur, dan skarang di tegurnya lebih keras. Kayaknya aku tuh ganggu banget gitu. Kayak gak guna banget. Rasanya malah aku yang jadi parasit. Sedih banget.



Salam, ADLN_haezh