Kamis, 14 Maret 2013

dimulai dari servis



Plok plok plok plooookkkkk..

Apaan, put?
Nggak papa. Tepuk tangan aja. Biar seneng.
cih.

Yeeiii! akhirnya akhirnya akhirnyaaaa... berakhir juga hari ini. Setelah dua minggu muter otak dan survei kesana kemari, ngeluangin waktu dan lain sebagainya. Akhirnya selesai juga.. Yap! ini tentang undangan yang pernah aku bahas sebelumnya. Undangannya sih undangan pernikahan, dan aku tau itu juga satu orang cuma makenya satu kali, jadi sulit juga kalo mau dikata pelanggang. Tapi bukan itu sih intinya... yang pasti, aku seneng karena padaaaa akhirnya, aku ngerasain juga gimana rasanya kerja dengan hasil yang kita pegang sendiri tanpa adanya atasan. Dan itu menyenangkan. Segalanya kita atur dan kita manage berdasarkan situasi dan kondisi yang kita hadapi, atau yang kita punya. Mungkin mengerjakannya juga aku harus meluangkan waktu yang konsisten, keluar setiap hari berapa jam, kontak setiap waktu.. tapi yang bikin aku nyaman adalah karena tidak ada yang menuntutku harus melakukan ini dan itu. Yang paling penting adalah kesadaran diri dan komunikasi. Bisa menentukan deadline dan melakukannya. Emang sih, untuk pembuatan undangan ini sendiri untungnya nggak terbilang banyak. Cuma sedikit. Tapi... pengalamannya bukan itu.

Sebenernya sama aja ya, mau kerja di perusahaan atau berusaha menciptakan bisnis sendiri, karena kita sama-sama mempelajari hal baru. Kalau kerja di perusahaan itu lebih mudah belajarnya karena ada senior-senior yang bersedia mengajari kita. Kalau kerja sendirikan harus cari tahu dan harus nekat, juga berani untuk memperoleh informasi-informasi penting yang bisa menunjang usaha kita.Dan hal lainnya yang bikin aku lega adalah, akhirnya si kostumernya bisa menerima hasil yang aku buat. Padahal ya, pas prosesnya tuh masalahnya bisa macem-macem. Gagal ini-itu, bolak-balik ganti bahan, naruh barang ambil barang, harus datengin kostumernya karena kepuasan pelanggan adalah yang terbaik, dan lain sebagainya. Agak ribet sih, tapi ketika kita bisa melakukan yang terbaik, menutupi segala kesalahan dan kekacauan yang kita buat dengan tetap bersikap profesional di hadapan pelanggan, dan mereka menerima, entah mengapa rasanya senang sekali. Usaha yang baru kita mulai dan kemudian mendapat respon bagus itu benar-benar menjadi semangat tersendiri untuk kita. Kalau masalah mengenai tidak mendapat untung yang sesuai dengan harapan, itu karena memang perhitungannya kurang matang. Tapi dengan mengerjakan pembuatan seperti ini, akhirnya aku mengerti kenapa kakak-kakak kelasku berkata 'yang penting kalian bisa berguna dulu buat orang lain, kalau uang itu ngalir sendiri, tapi kepuasan pengunjung adalah yang utama'

Aku sama sekali nggak ada ketakutan kalaupun aku rugi dan malah harus nambahin. Meskipun sedikit khawatir, tapi khawatir mengenai hasil itu tidak semenegangkan kekhawatiran terhadap respon konsumen pada hasil yang kita tawarkan. Dan ketika mereka bisa menerima dengan baik, perasaan yang muncul setelahnya bahkan bisa membantu kita menyembuhkan segala kegundahan dan kejengkelan karena uang. Well, untuk aku, selama konsumen puas pun aku puas. Aku yakin kalau rugi ataupun impas bukanlah awal yang buruk untuk perjuangan pembuatan usaha seperti ini, tapi itu adalah awal untuk kita mendapat yang lebih baik lagi. Aku hanya mempercayainya, bahwa akan menjadi lebih baik karena aku akan berusaha belajar dari kesalahan yang kuperbuat, intropeksi agar tidak melakukannya kembali di lain hari. Aku menyukai cara ini untuk bekerja.. Sangat suka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

just give me your best comment :)