lupa setelah tidur

Aku banyak ngerasa nyesel hari ini. Nyesel nggak nge-print lebih, nyesel nanyain hal yang kayaknya bikin dia sebel, nyesel kenapa nggak nyoba ikut walaupun sendiri, nyesel karena tadi ketiduran sampe sore, well.. ada banyak. Dan setiap kali aku ngerasa menyesal seperti itu, aku pasti ngingetin diriku sendiri 'ditinggal tidur juga besok sembuh'. Biasanya, itu berguna. Setiap kali aku bangun tidur, perasaan menyesal seperti itu hilang dengan sendirinya. Meskipun di hari sebelumnya aku harus menanggung perasaan itu sampai tertidur.

Aku masih bertanya-tanya sampai sekarang ini, kenapa tidur bisa membantuku mengikis perasaan menyesal yang di hari itu munculnya bisa bertubi-tubi sampai bikin nangis. Apa yang membuat tidur itu menjadi hal yang baik dilakukan? Sama ketika aku menangis dengan ribuan perasaan menyesak, tidur selalu membantuku.

Aku tuh orang yang gampang banget menyesal. Menyesal bahkan untuk hal-hal yang kecil dan sepele sekalipun. Biasanya ini muncul karena pilihan yang harus segera di ambil. Misalnya saja kalau aku di ajak ke tempat A atau B bersama orang yang berbeda. Aku selalu memikirkan jangan-jangan di A gini ya? Tapi kalo aku ke A aku juga pingin ke B? tapi kalo ikut ke B jadi kayak gini kemana? Setelah aku memilih salah satunya, kemudian aku mendengar kabar dari tempat yang lainnya, aku pasti kemudian menyesal. Entah karena apa. Iyaaa.. aku tau nggak mungkin dong ikut di dua-duanyaa...milih doong.. tapi tetep aja aku tuh rasanya pingin ikut dua-duanya, dan pada akhirnya jatuhnya malah menyesal. Aneh aja, karena itu hanya muncul tiba-tiba tanpa terkendali. Bahkan ketika aku tahu bahwa harga barang di A lebih murah di B ketika aku terlanjur membeli di B, nyeselnya bisa seharian. Tau kalau sesuatu yang kubawa tidak menarik padahal sudah kuhabiskan waktu dan uang, itu bisa bikin aku nyesel banget. Atau jatuhin harddisk, nyeselnya bisa sampe pingin nangis seharian, salah ngerjain soal padahal harusnya aku bisa, nyesel nggak ketulungan. Dan masih banyak lagi perasaan menyesal yang lain.

Ketika aku sedang marah, atau sedih, atau menangis sekalipun satu-satunya kegiatan yang bisa mengurangi perasaan itu adalah tidur. Entah mengantuk dengan sendirinya, atau karena aku membutuhkannya, tapi setidaknya aku terbangun dengan perasaan yang terasa lebih nyaman. Meskipun tidak selalu demikian sih, karena untuk beberapa masalah cukup serius, kadang setelah bangun pun aku masih ingin menangis dan butuh waktu berbulan-bulan atau berminggu-minggu, mungkin berhari-hari untuk melupakannya. Biasanya faktor orang yang ditemui juga berpengaruh dalam hal ini.

Menulis juga membantu, tapi tidak kemudian lupa. Tidur membantu kita melupakannya. Aku sering melakukannya, sehingga untuk perasaan 'menyesal' yang cukup ringan, aku bisa melupakannya jika kugunakan untuk tidur. Tapi kalau 'menyesal'nya itu udah nyangkut orang lain, nah! itu yang bisa agak lama waktunya, meskipun aku tetap yakin bahwa perasaan itu tetap akan memudar dengan waktu.

Yah, segitu aja deh nggak pentingku hari ini, semoga aku bisa mengatasi perasaan mengganggu yang lainnya.

Komentar

Popular Posts

Back to PPAK ISI (Kelompok 13)

HARI INI #3 Janji

HARI INI #2 Macet