Jumat, 06 September 2013

PPAK ISI : Ospeknya ISI - aneh tapi nyeni

Akhirnyaaaaa... setelah tiga hari melelahkan yang terasa seperti berbulan-bulan itu akhirnya berakhir juga dengan cara yang cukup... yaah, mengagumkanlah.. PPAK ISI itu ospeknya ISI. nggak tau deh nyebutnya nggak ospek lagi,tapi buat aku sih tetep ospek kan yaa hahaha

Sebenernya aku pingin banget bilang kalo 'ospeknya isi beda dari Universitas lain', pingiiin banget. Tapi sayang nggak ada perbandingannya untuk ngeluarin kalimat itu.Hanya saja, saya merasa bahwa ospeknya isi itu sangaaaat unik, kreatif, dan kalo diibaratkan novel ya, ospeknya ISI tu lengkap mulai dari pengenalan cerita, konflik, klimaks, anti klimaks, sampe ending. Paket lengkap deh.

Aku sih nggak mau bocorin ya disana disuruh ngapain aja, yang pasti capeeeknyaaa gila-gilaan. Rasanya kayak waktu aku latihan pencak silat dulu. Selesai-selesai badan pecah, enjok, pegel, kram, seeeemuanya. Dan disana tuh mainnya mental banget, digojlok abis deh pokoknya.

Kenapa aku bilang bahwa kemungkinan ospek di ISI itu beda sama yang lain. Karena memang ada seninya. Cara mereka terhadap kita, akting para panitiannya, apa-apa saja yang dilakukan, terkadang acaranya bisa diluar perkiraan kita.Kita dibikin menderita, marah, benci, kesel, tapi trus dibawa ketawa, habis itu dibikin marah lagi, dibikin jengkel, sedih, dan takut lagi, dan teruuus saja emosinya memuncak tiap jam sampai klimaksnya di akhir pas penutupan. Klimaksnya bener-bener langsung campuran semuanya, takut, marah,sedih, benci,tapi juga berani, semangat, dan senang. Lalu... diakhiri dengan penutupan yang bisa dibilang happiyending. Jadi, setelah kita dibikin sedih dan cemberut selama beberapa hari dengan siksaan yang beragam, para panitia bisa sebegitu mudahnya membuat segala dendam itu luntur karena mereka bisa mengakhirinya dengan sangat mengharukan, penuh semangat,senang, dan bahagia. Rasanya itu seperti kita dapatkan yang setimpal setelah kesedihan berhari-hari, dan selalu ada pesan dalam setiap keadaan. Untuk keadaan ini, aku merasa secara tidak sadar, kekeluargaan anak-anak ISI jadi kenceng karena acara PPAK ini, dan itu kereeen banget.