Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Home sweet home

Sampai saat ini, the most beautiful place in this world is only MY HOME with my family. Bagiku rumah ini sendiri nggak ada spesialnya, tetapi menjadi berarti karena ada keluargaku di dalamnya.
Seperti ketika aku ingin sekali lari dari segala kerumitan yang saat ini sedang aku rasakan, dan rumahlah satu-satunya penghiburku. Rumah memang satu-satunya tempat, meskipun 'sahabat' juga menjadi tempat bersandar kedua selain keluargaku.
Kadang sadar nggak sih, mereka masih berada disisiku sampai saat ini meskipun sering sekali aku lupakan.
Luv luv u all :*

Gak sadar

Jadi aku udah hampir selesai bikin desain baliho ultah, udah nulis nama lengkapnya, udh nempelin foto2 juga,

trus,


“Lin, kamu tau desainnya buat siapa?”

“Buat temenmu itu kan?” (yg minta tlong ini sahabatnya temenku ini)

Temenku ini mikir bentar, kayaknya jawabanku itu gak sinkron sm pertanyaannya.

“Kamu tau ini gak sih? Hifdzi?”

Trus aku mikir lama. Namanya kayak nama yang tak ketik di balihonya, pikirku.

“Itu lho lin yg stand up comedy, yg pesantren2 itu, yg masuk 5 besar,” jelas temenku

“Oooh iya tau-tau.” Aku manggut-manggut tp msh ga ngerti apa hubungannya.

“Ya itu lin!” seru temenku.

“Ya itu?” Aku mikir. Lalu sedetik kemudian. “Oh!”

Temenku ngikik.
“Iyaa itu buat dia si hifdzi.”


“Ealaaaah. Pantesan kok diucapannya ada tulisannya ‘semoga stand up comedy nya sukses’. Gak sadar aku,”

(Dan padahal tiap liat dia di acaranya ngakak mulu, tp kok yo nggak inget entah wajah atau nama ckckck)

What a bad day!

Ya ya yaaaa…. Aku tau banget kalo aku suka khawatir tentang hal-hal yang nggak jelas.
Termasuk tentang my lil sister whose I worry in the whole night. Just make an underline there! The whoooole night!!
I reflected to wake up everytime I heard sound of motorcycle and hoping my sister would knock my door. But no! No knocking until then. And why why why actually??

Semenjak di Sewon (masa yang kurindukan)

Gambar
semenjak di sewon, saya seperti kembali ke masa sekolah dasar. 

Dulu waktu kecil, saya sering main ke rumah teman hingga malam..
yaah, sekarang sih walaupun kesana kemari harus naik motor, tapi tetap saja ke rumah teman, dan masih.. sampai malam..
Lagipula, sebenarnya apa bedanya? Dulu saya bermain ke rumah teman juga perjalanan 5 menit (jalan), eh, sekarang juga 5 menit ya (naik motor). Intinya sih saya tetap berada di satu komplek yang sama, hanya lingkupnya lebih besar. Dulu perumahan, sekarang desa.

Dulu mungkin mainnya lompat tali, main barbie, petak umpet, pasaran, dll.
Sekarang... mm... saya pikir saya memang tidak mungkin melakukan permainan itu. Tapi bagi saya, ngobrol panjang lebar mengenai banyak hal, nonton drama, sekadar tiduran sambil baca novel di tempat teman, itulah esensi 'bermain' bagi saya saat ini.

Produksi Film Kelas Pertama "Hallo Agen Samar-Samar"

Gambar
Akhirnyaaaa~ akhirnya akhirnya akhirnya aku bisa ngerasain produksi bareng temen-temenku kuliah juga. Hehe. Sebenernya aku udah nunggu lama untuk momen ini secara kan temen-temenku udah , ehm, pinter-pinter gitu ya untuk urusan produksi film gini, dan aku masih nggak tau apa-apa jadi rasanya bersemangat aja. Penasaran gimana orang-orang pinter produksi film hahaha *duh nggak penting*.

Back to PPAK ISI (Kelompok 13)

Tadi nggak sengaja buka binder waktu PPAK sekitar...  sekitar setengah tahun yang lalu (lebih sih), dan lucunya ya... aku jadi ngekek waktu inget betapa hari-hari PPAK itu sibuknya setengah mati dan meskipun aku tahu seharusnya aku menuliskan hari berkesan itu, tapi aku emang kalo sibuk jadi nggak bisa nulis. Payah ya? emang nih lina..
Aku ntar upload deh coretan-coretan kertasku pas ppak. Kertas-kertas itulah yang menurutku merupakan satu-satunya perekam mengenai apa yang aku lakukan selama tiga hari PPAK yang katanya beda sama ospek itu, tapi rasanya nggak jauh beda. Aku sebenernya punya beberapa cerita yang seharusnya aku tuangin disini secara gitu kan kenangan itu nggak awet ya di kepala, kadang hilang, kadang cuma jadi mimpi doang, kadang malah lupa samsek. Mungkin habis ini bakal aku rapihin deh kepalaku untuk cerita-cerita berharga yang selalu aku lupa untuk ditulis.
Back to topic Jadi... hari ini nggak tau kenapa aku jadi gatel buat cerita tentang masa-masa PPAK, yang kalo dii…

Sahabat untukku adalah sahabat yang seperti ini :)

Gambar
Teman itu banyak.
Tapi sahabat... kau hanya akan memukan satu dalam satu periode.



Ketika aku SD, aku pikir aku memiliki seorang sahabat. Hubungan yang terjalin di antara kami sebenarnya sangat kuat dan somehow itu meyakinkanku bahwa ia akan selalu ada untukku. Yah tapi itu tidaj terjadi. Persahabatanku ketika SD itu seperti cinta monyet. Yang mudah kandas karena belum dewasa.