Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

10 tahun yang lalu

Gambar
Hay, Hari ini kayaknya aku mau menggalau dulu, jadi maafkan untuk tulisan nggak pentingku hari ini.
Ehm, aku mungkin udah tulis ya di perkenalan atau profilku bahwa aku memiliki obsesi aneh terhadap masa kecilku, lebih tepatnya kenanganku.
Itu, mungkin karena aku sampai sekarangpun nggak pernah stay di satu tempat dalam waktu lama. Cuma ada satu tempat dimana itu pernah aku anggap sebagai ‘rumah’, tapi keadaan itu sudah berakhir 10 tahun yang lalu.

Masih Selemah Dulu

Gambar
Karena selama 21 tahun hidup aku belum pernah pacaran *ehm.. Yasudahlah ya terima aja nasib*, hubungan paling dekat selain keluarga dan saudara adalah…
Sahabat..
Ya, tapi malam ini aku akan bercerita sekilas tentang bagaimana aku memandang hubungan pertemananku selama ini..
Sahabat… Aku kayaknya sih udah pernah bahas di postingan d blogku sebelumnya, jadi aku gak akan bahas lagi.
Yang pasti bagiku mereka berada ditingkat yang tak tergantikan, seleksi alam, dan ada alasan kenapa aku membiarkan mereka mengenalku. Jadi sekarang aku bahas tentang hal lainnya aja ya…
Teman.

Ayah

Gambar
Aku akhirnya mengambil keputusan yang…
Yah, yang pasti nggak mudah dan penuh tekanan.
Selama ini aku selalu gagal untuk percaya pada diri sendiri, karena aku terlalu mudah percaya pada orang lain, dan kepercayaan itu menyatu dengan diriku hingga aku sendiri tidak tahu apa yang harus aku percaya.
Setelah aku memutar ulang kehidupanku dengan betapa banyaknya keputusan yang aku ambil, akhirnya aku menyimpulkan bahwa selama ini keputusanku berbuih baik selama aku mengikuti saran orang tua, bukan menentangnya.
Aku selalu menyadari bahwa, jika itu adalah sesuatu yang aku mau dan mati-matian harus aku dapatkan, aku akan memiliki alasan yang akan membuat ayahku menyetujui maksudku. Kalau aku bingung, ayahku selalu menuntunku dengan memberikanku pertimbangannya.

Malam ini di burjonan

Kasus 1
Nisa: aak, pesen mi telornya 2 ya? Mas burjo: oke mbak
*Beberapa menit kemudian*
Mas burjo: mbak, ini ya mi telornya 2 pake cabe Nisa: *sambil main hp* oke mas  Mas burjo: *naruh mangkuk di atas meja lalu pergi*
-------------Semenit kemudian-----------
*Nisa mendatangi mas burjonya setelah melihat isi dari mangkuk*
Nisa: mas... Mas burjo: ya, teh?
Nisa: eh mas, pesen mi satu lagi gak pake telor ya. Soalnya ini telornya udah dua.

Kasus 2
Ayah: mana es jeruk ku? Nisa: udah tak pesenin kok Ayah: lha mana kok lama?
*nunggu, main hp*
----------- beberapa menit kemudian -----------------
Mas burjo: ini pak *naruh* Ayah: *masih sibuk main hp*
----------------- 5 menit kemudian -------------------------
Ayah : *tiba-tiba panik ngumpulin barang dan berdiri* Nisa: kenapa e yah? Ayah: ASOKA! *berdiri* Nisa: trus es jeruknya? Ayah: tak nonton asoka dulu *ngeluyur pulang*